• MA BETTET 2022

Selamat Datang di Website MA MIFTAHUL ULUM BETTET. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL ULUM BETTET

NPSN : 20584393

Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bette Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan Madura


info@masbettet.sch.id

TLP : 0324-327916


          

Prestasi Siswa


LOMBA BACA PUISI SE MADURA HGN



:: Selengkapnya

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 76261
Pengunjung : 31954
Hari ini : 55
Hits hari ini : 96
Member Online : 0
IP : 44.211.239.1
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

BUDAYA MENJAGAMARTABAT KEMANUSIAAN




Bulan Oktober, seperti yang kita ketahui menjadi bulan untuk para santri di seluruh Nusantara. Pada tahun 2015 lalu, Presiden RI ke-7 yaitu Bapak Joko Widodo telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional (Hasan). Mengapa harus 22 Oktober? Karena pada tanggal 22 Oktober 1945, K. H. Hasyim As’ary memimpin perumusan ‘Resolusi Jihad’. Gerakan tersebut diserukan kepada santri dan ulama’ di berbagai penjuru daerah, bahwasanya setiap muslim wajib membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari penajajahan.

            Seperti yang disiarkan langsung melalui channel youtube Kemenag RI pada tanggal 27 September 2022 lalu, Menag Yaqut mengenalkan tema untuk Hasan tahun ini yaitu ‘Budaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’. Menurut beliau, tema ini mengandung pesan bahwa santri adalah pribadi yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Dengan segala kemampuan yang ia punya, santri bisa menjadi apa saja. Tidak hanya ahli agama, dalam bidang IPTEK pun mereka dapat diandalkan.

“Meski bisa menjadi apa saja, santri tidaklah melupakan tugas utamanya yakni menjaga agama. Menjaga martabat kemanusiaan adalah salah satu tujuan diturunkannya agama” Ujar Yaqut yang dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

“Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan” Imbuh Menteri Keagamaman tersebut.

            Tak hanya itu, logo Hasan kali ini memiliki bentuk garis luar yang menyerupai angka 8 dengan titik di tangahnya. Logo ini memiliki 3 warna yakni biru, hijau, dan oranye yang bermakna

  • Biru : Cerdas dan bijaksana
  • Hijau : Religius dan harmonis
  • Oranye : Semangat dan penuh percaya diri

Logo ini pun memiliki filosofi yang dilansir di laman resmi kemenag. Yaitu merangkul, jabat tangan, daun, infinity, matahari, dan mata.

Merangkul memiliki makna melindungi,  jabat tangan memiliki makna keakraban dan saling membantu. Daun memiliki makna kehidupan. energi manusia, dan harapan. Infinity memiliki makna tak hingga. Matahari memiliki makna terus bercahaya. Dan mata memiliki makna mengamati dna memandang dari segaka arah (Tidak memandang dari satu sisi saja).




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas