• MA BETTET 2022

Selamat Datang di Website MA MIFTAHUL ULUM BETTET. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL ULUM BETTET

NPSN : 20584393

Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bette Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan Madura


info@masbettet.sch.id

TLP : 0324-327916


          

Prestasi Siswa

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 76256
Pengunjung : 31954
Hari ini : 55
Hits hari ini : 91
Member Online : 0
IP : 44.211.239.1
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

GENERASI PENULIS MASA KINI




Di era-77 seperti sekarang ini, kecanggihan tekhnologi kini melambung tinggi, Banyak pemuda-pemudi Indonesia yang menghambur-hamburkan waktunya hanya untuk hal-hal yang tidak penting, mereka tidak tahu bahwa banyak yang dapat mereka lakukan, seperti halnya menulis, berkarya dan lain sebagainya. Masih banyak yang bisa mereka  lakukan untuk mengisi kekosongan tersebut.

Dengan menulis seseorang dapat merasakan sejarah keberanian menulis bukan hanya untuk itu saja, tetapi juga untuk memburu kepuasan pribadi dan juga mengisi hidup. Siapa tahu suatu saat nanti kekosongan yang kita alami dan kita isi dengan menulis berguna bagi orang banyak dan menciptakan keabadian yang sesungguhnya.”Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama itu tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” Ungkap Pramodya Ananta Toer di buku kata-kata Pramodya Ananta Toer untuk Indonesia.

Pramodya Ananta Toer juga mengungkapkan di buku tersebut “Kau tahu mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, dikemudian hari.” Lantas masih ragukah kita para pemuda jaman sekarang untuk menulis dan berkarya? Jangan jadikan kekurangan sebagai keterbatasan kita untuk menulis. Banyak para penulis-penulis terkenal yang memiliki keterbatasan tapi apa? Mereka tetap menulis. Seperti satu kutipan Ratna Dewi Pudiastuti dalam buku Meretas Badai lebih Sehat Jika Menulis “Meski sakit, kreatifitas tak pernah berhenti. Menulis merupakan hiburan” kutipan tersebut ditujukan kepada seorang sastrawan terkenal yang menderita penyakit pergumpalan darah diotak namun dia masih tetap menulis meski dalam keterbatasan penyakit itu.

Maka dari itu mereka saja yang sakit tetap menulis, apalagi kita. Tetaplah menulis dan teruslah menulis karena dengan menulis dunia dengan mudah mengenal kita. Tunjukkan pada satu dunia bahwa kita generasi muda juga bisa menjadi penulis layaknya sastrawan-sastrawan terkenal dunia. Jangan pernah takut tulisan kita di caci ataupun dimaki karena hal yang seperti itu hanya dilakukan oleh orang-orang iri teruslah menulis hingga ajal yang menyuruhmu berhenti menulis.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas