• header

MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL ULUM BETTET PAMEKASAN | Sekolah Berbasis Pesantren | Terima Kasih Kunjungan Anda

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MA. MIFTAHUL ULUM BETTET PAMEKASAN

NPSN : 20584393

Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bettet, Kec. Pamekasan Kode Pos 69317, Kab. Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Indonesia, Telephon 0324-327916


admin@masbettet.sch.id / mamu.bettet@gmail.com

TLP : 0324-327916


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana kinerja madrasah menurut anda?
Baik Sekali
Baik
Cukup
Kurang
Tidak tahu
  Lihat

Statistik


Total Hits : 279952
Pengunjung : 81227
Hari ini : 7
Hits hari ini : 31
Member Online : 6
IP : 34.228.30.69
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • razack (Alumni)
    2014-07-31 08:16:48

    Apa yang Anda pikirkan?
  • Luluk Mutmainah (Alumni)
    2014-03-28 10:51:56

    Pagi yang cerah . . . Kangen Pondok jadinya
  • Luluk Mutmainah (Alumni)
    2014-03-28 10:38:09

    2|5
  • Luluk Mutmainah (Alumni)
    2014-03-28 10:37:33

    2|4
  • Luluk Mutmainah (Alumni)
    2014-03-28 10:36:53

    2|3
  • Luluk Mutmainah (Alumni)
    2014-03-28 10:35:44

    2|2
  • Akhmad Fauzi (Alumni)
    2013-01-06 07:37:07

    Para alumni and siapa aja ayo bergabung bersama demi majukan pendidikan indonesia..
  • Akhmad Fauzi (Alumni)
    2013-01-06 07:29:25

    1|1
  • Kusairi (Alumni)
    2013-01-03 16:38:18

    kamma'an kabbi cakancah.....
  • Masdukil (Alumni)
    2012-12-06 08:59:24

    Kok G ada yang Online?

Apa Itu Pemanasan Global




"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?
 
Penyebab Pemanasan Global
Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.
 
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

 

Sumber : http://pemanasanglobal.net

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : test -  [aa@aa.com]  Tanggal : 18/03/2010
test lagi

Pengirim : AARON -  [alanrm82@yahoo.com]  Tanggal : 18/03/2010
test coba


   Kembali ke Atas